Rabu, 18 November 2009

Hilda (proyeksi Diri tentang kehidupan)

Hilda yosiana
43108010214

1. Usia saya pada:
a. 5 tahun mendatang…... 24 tahun.
b. 10 tahun mendatang…... 29 tahun.
2. Karir saya pada:
a. 5 tahun mendatang…... Menjadi pegawai disuatu perusahaan.
b. 10 tahun mendatang…... Pengusaha sukses dan menjadi ibu rumah tangga yang baik.
3. Tanggung jawab pekerjaan saya pada:
a. 5 tahun mendatang…... Disiplin dalam menjalani tugas sebagai seorang pegawai.
b. 10 tahun mendatang…... Lebih menekuni perusahaan yang saya kelola dan fokus kepada keluarga.
4. Penghasilan saya pertahun pada:
a. 5 tahun mendatang…... 4 juta.
b. 10 tahun mendatang…... 10 juta.
5. Milik pribadi saya yang paling berharga pada:
a. 5 tahun mendatang…... Tabungan untuk masa depan dan motor.
b. 10 tahun mendatang…... Mobil dan rumah.
6. Pengalaman-pengalaman pada lima tahun terakhir ini yang sangat menyenangkan saya adalah……
Memiliki teman-teman di kampus yang sangat menyenangkan.
7. Pengalaman-pengalaman pada lima tahun terakhir ini yang telah memberikan keberhasilan atau prestasi bagi saya adalah…... lulus SMA dengan nilai yang cukup memuaskan dan mendapatkan nilai IP di atas 3,00.
8. Selama lima tahun terakhir ini, kejadian-kejadian hebat yang pernah saya rasakan baik dalam pergaulan, pekerjaan, atau lingkungan masyarakat adalah...... berteman baik dengan teman kuliah dan teman-teman SMA saya.
9. Lihat kembali proyeksi anda untuk 5 tahun dan 10 tahun mendatang…... Memperluas perusahaan yang saya kelola, membangun usaha-usaha lain, fokus dan harus lebih-lebih peduli lagi terhadap keluarga saya.





1. Apapun yang anda kerjakan saat ini, hal-hal apakah yang memberikan:
a. Keberhasilan atau prestasi tertinggi…… mendapatkan nilai IP diatas 3,00.
b. Keberhasilan atau prestasi paling rendah…… mendapatkan nilai UTS dan UASdibawah 5,00.
2. Kekuatan atau kemampuan apa yang anda miliki? Hal-hal apa saja pada diri anda yang perlu dikembangkan:
a. Kekuatan/ kemampuan…… bermain basket
b. Bidang-bidang yang perlu dikembangkan……olah raga
3. Apa sebenarnya tujuan hidup anda?? Menyenangkan orang tua
4. Anda ingin mempunyai kebebasan untuk melakukan sesuatu, apa yang ingin anda lakukan bila mempunyai waktu:
a. Satu jam……makan
b. Satu hari……refresing
c. Satu minggu……holiday
d. Satu tahun……berwirausaha
` formullir 4


Keberhasilan terbesar yang akan selalu di kenang atas penghormatan terhadap diri sendiri:

Saya belum memiliki keberhasilan yang tertinggi dalam kehidupan saya, hanya dapat menyelesaikan belajar saya selama 12 tahun dalam bidang pendidikan, lulus SMA dengan baik pun sudah menjadi kebanggaan tersendiri buat saya. saya akan terus belajar agar bisa sukses dan dapat membahagikan kedua orang tua saya dengan menunjukan prestasi yang baik dan menjadi seorang sarjana.
saya belajar di universitas yang cukup baik , mengambil jurusan manajement semoga ilmu yang saya dapatkan dapat saya kenang, dan menghasilkan sebuah prestasi yang membanggakan bagi saya dan keluarga saya kelak

Ringkasan bab 7 (nahlumbiah)

Perencanaan dan Operasionalisasi Usaha

1. Kaidah perencanaan usaha
Hasil analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan) bisa dijadikan pedoman untuk memulai merencanakan suatu usaha. Dengan perencanaan yang baik, kita tidak mudah tergoda beralih pada usaha yang kelihatannya lebih menggiurkan, tetapi sebenarnya kita belum mengetahui secar detail. Apabila suatu usaha telah dipersiapkan dengan matang, tentu segala hambatan dan ketidak pastian yang ada akan dapat dilalui . perencanaan yang baik akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dari usaha yang dikelolanya.
Perencanaan yang baik untuksebuah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah untuk berfikir dengan SMART:
a. Spesific : perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih fokus dan sangat fokus.
b. Measurable: perencanaan yang dibuat harus terukur , sehingga kita akan tau kapan perencanaan tersebut telah tercapai.
c. Achievable: perencanaan yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai, jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil.
d. Reasonable : perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan faktual dan realistis.
e. Trackable atau timely : perennncanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahui semua kemajuan.

2. Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung (Layout)
Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluasan.

Selain mempertimbangkan loaksi usaha, tak kalah pentingnya yaitu menentukan layout atau tata letak fasilitas yang dapat menentukan sejumlah efisiensi baik dalam produksi mapun operasi. Perusahaan harus menentukan tujuan yang hendak dicapai dan pertimbangan lainnya dalam penentuan layout, yaitu :
a. Perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik lokasi pabrik, gudang, kantor pusat maupun kantor cabang.
b. Mempertimbangkan urutan produksi dari proses bahan baku, setengah jadi, sampai barang jadi.
c. Perusahaan dapat menentukan kapasitas atau metode persediaan yang paling baikuntuk dijalankan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan.
d. Perusahaan dapat menentukan tata letak (layout) yang sesuai dengan mesin atau teknologi yang digunakan dan dapat menjamin tersediannya lahan untuk pengembangan.
e. Kemudahan dalam perawatan dan fleksibilitas.
f. Dapat menentukan kualitas dan keselamatan kerja yang dibutuhkan karyawan baik sekarang maupun mendatang.
g. Posisi sinar matahari, pendingin dan kebisingan suara.
h. Dan pertimbangan lainnya yang memberikan efisiensi.

3. Pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya manusia
Kesamaan tujuan dan hubungan kerja ini yang mengantarkan perlunya ada organisasi dan struktur organisasi yang menggambarkan hubungan kerja antara satu orang dengan orang lain sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan yang efisien.
Analisis Pekerjaan
Proses ini dilakukan untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan tertentu.Berbagai informasi tersebut akan menghasilkan uraian jabatan dan spesifikasi jabatan.
Perencanaan sumber daya manusia
Pengadaan tenaga Kerja
Pengadaan tenaga kerja adalah untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat.
Total Quality management (TQM) yaitu : adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus, melibatkan semua karyawan untuk mencapai kulaitas. Program TQM memilki dua sisi kualitas yaitu hard side of quality dan soft side of quality. Hard side of quality meliputi semua upaya perbaikan proses produksi mulai dari desain produk sampai dengan penggunaan alat- alat pengendalian. Sedangkan soft side of quality lebih terfokus pada upaya menciptakan kesadaran karyawan akan pentingnya arti kepuasaan konsumen dan menumbuhkan komitmen karyawan untuk selalu memperbaiki kualitas.
Kepemimpianan wirausaha
Wirausaha harus memikul berbagai tugas, dan tanggung jawab, tetapi tidak ada yang lebih penting daripada peranan pemimpin. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi dan memberikan semangat kepada orang lain.
Perizinan dan pendirian badan usaha
Perijinan ini sangat penting dalam hubungan nya dengan keterkaitan kerja antar perusahaan, dokumen kontrak dan dengan sumber permodalan.Pendirian suatu perusahaan akan sangat tergantungn pada pemilihan jenis badan usahanya.

Ringkasan bab 7 (Mentari Dini)

Perencanaan dan Operasionalisasi Usaha

1. Kaidah perencanaan usaha
Hasil analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan) bisa dijadikan pedoman untuk memulai merencanakan suatu usaha. Dengan perencanaan yang baik, kita tidak mudah tergoda beralih pada usaha yang kelihatannya lebih menggiurkan, tetapi sebenarnya kita belum mengetahui secar detail. Apabila suatu usaha telah dipersiapkan dengan matang, tentu segala hambatan dan ketidak pastian yang ada akan dapat dilalui . perencanaan yang baik akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dari usaha yang dikelolanya.
Perencanaan yang baik untuksebuah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah untuk berfikir dengan SMART:
a. Spesific : perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih fokus dan sangat fokus.
b. Measurable: perencanaan yang dibuat harus terukur , sehingga kita akan tau kapan perencanaan tersebut telah tercapai.
c. Achievable: perencanaan yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai, jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil.
d. Reasonable : perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan faktual dan realistis.
e. Trackable atau timely : perennncanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahui semua kemajuan.

2. Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung (Layout)
Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluasan.

Selain mempertimbangkan loaksi usaha, tak kalah pentingnya yaitu menentukan layout atau tata letak fasilitas yang dapat menentukan sejumlah efisiensi baik dalam produksi mapun operasi. Perusahaan harus menentukan tujuan yang hendak dicapai dan pertimbangan lainnya dalam penentuan layout, yaitu :
a. Perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik lokasi pabrik, gudang, kantor pusat maupun kantor cabang.
b. Mempertimbangkan urutan produksi dari proses bahan baku, setengah jadi, sampai barang jadi.
c. Perusahaan dapat menentukan kapasitas atau metode persediaan yang paling baikuntuk dijalankan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan.
d. Perusahaan dapat menentukan tata letak (layout) yang sesuai dengan mesin atau teknologi yang digunakan dan dapat menjamin tersediannya lahan untuk pengembangan.
e. Kemudahan dalam perawatan dan fleksibilitas.
f. Dapat menentukan kualitas dan keselamatan kerja yang dibutuhkan karyawan baik sekarang maupun mendatang.
g. Posisi sinar matahari, pendingin dan kebisingan suara.
h. Dan pertimbangan lainnya yang memberikan efisiensi.

3. Pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya manusia
Kesamaan tujuan dan hubungan kerja ini yang mengantarkan perlunya ada organisasi dan struktur organisasi yang menggambarkan hubungan kerja antara satu orang dengan orang lain sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan yang efisien.
Analisis Pekerjaan
Proses ini dilakukan untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan tertentu.Berbagai informasi tersebut akan menghasilkan uraian jabatan dan spesifikasi jabatan.
Perencanaan sumber daya manusia
Pengadaan tenaga Kerja
Pengadaan tenaga kerja adalah untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat.
Total Quality management (TQM) yaitu : adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus, melibatkan semua karyawan untuk mencapai kulaitas. Program TQM memilki dua sisi kualitas yaitu hard side of quality dan soft side of quality. Hard side of quality meliputi semua upaya perbaikan proses produksi mulai dari desain produk sampai dengan penggunaan alat- alat pengendalian. Sedangkan soft side of quality lebih terfokus pada upaya menciptakan kesadaran karyawan akan pentingnya arti kepuasaan konsumen dan menumbuhkan komitmen karyawan untuk selalu memperbaiki kualitas.
Kepemimpianan wirausaha
Wirausaha harus memikul berbagai tugas, dan tanggung jawab, tetapi tidak ada yang lebih penting daripada peranan pemimpin. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi dan memberikan semangat kepada orang lain.
Perizinan dan pendirian badan usaha
Perijinan ini sangat penting dalam hubungan nya dengan keterkaitan kerja antar perusahaan, dokumen kontrak dan dengan sumber permodalan.Pendirian suatu perusahaan akan sangat tergantungn pada pemilihan jenis badan usahanya.

Ringkasan bab 7 (Hilda yosiana)

Perencanaan dan Operasionalisasi Usaha

1. Kaidah perencanaan usaha
Hasil analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan) bisa dijadikan pedoman untuk memulai merencanakan suatu usaha. Dengan perencanaan yang baik, kita tidak mudah tergoda beralih pada usaha yang kelihatannya lebih menggiurkan, tetapi sebenarnya kita belum mengetahui secar detail. Apabila suatu usaha telah dipersiapkan dengan matang, tentu segala hambatan dan ketidak pastian yang ada akan dapat dilalui . perencanaan yang baik akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dari usaha yang dikelolanya.
Perencanaan yang baik untuksebuah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah untuk berfikir dengan SMART:
a. Spesific : perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih fokus dan sangat fokus.
b. Measurable: perencanaan yang dibuat harus terukur , sehingga kita akan tau kapan perencanaan tersebut telah tercapai.
c. Achievable: perencanaan yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai, jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil.
d. Reasonable : perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan faktual dan realistis.
e. Trackable atau timely : perennncanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahui semua kemajuan.

2. Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung (Layout)
Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluasan.
Untuk memilih lokasi perlu dipertimbangkan sesuai keperluannya, yaitu antara lain :
a. Lokasi kantor, yaitu diperuntukan sebagai tempat pengendalian kegiatan operasional unit dibawahnya.
b. Lokasi pabrik, yaitu lokasi yang digunakan untuk memalakukan proses produksi barang atau jasa.
c. Lokasi gudang, yaitu tempat penyimpanan barang milik perusahaan baik barang yang masuk maupun barang keluar.
d. Lokasi cabang, yaitu lokasi kegiatan usaha perusahaan dalam melayani konsumennya langsung pada wilayah-wilayah tertentu.
Selain mempertimbangkan loaksi usaha, tak kalah pentingnya yaitu menentukan layout atau tata letak fasilitas yang dapat menentukan sejumlah efisiensi baik dalam produksi mapun operasi. Perusahaan harus menentukan tujuan yang hendak dicapai dan pertimbangan lainnya dalam penentuan layout, yaitu :
a. Perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik lokasi pabrik, gudang, kantor pusat maupun kantor cabang.
b. Mempertimbangkan urutan produksi dari proses bahan baku, setengah jadi, sampai barang jadi.
c. Perusahaan dapat menentukan kapasitas atau metode persediaan yang paling baikuntuk dijalankan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan.
d. Perusahaan dapat menentukan tata letak (layout) yang sesuai dengan mesin atau teknologi yang digunakan dan dapat menjamin tersediannya lahan untuk pengembangan.
e. Kemudahan dalam perawatan dan fleksibilitas.
f. Dapat menentukan kualitas dan keselamatan kerja yang dibutuhkan karyawan baik sekarang maupun mendatang.
g. Posisi sinar matahari, pendingin dan kebisingan suara.
h. Dan pertimbangan lainnya yang memberikan efisiensi.

3. Pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya manusia
Kesamaan tujuan dan hubungan kerja ini yang mengantarkan perlunya ada organisasi dan struktur organisasi yang menggambarkan hubungan kerja antara satu orang dengan orang lain sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan yang efisien.
Ada 3 aspek yang harus diperhatikan yaitu :
1. Struktur organisasi harus mendukung tercapainya keberhasilan organisasi atau operasionalisasi
2. Struktur organisasi harus memberikan kejelasan pada karyawan tentang apa yang diharapkan dari mereka
3. Struktur organisasi harus membantu dalam proses pengambilan keputusan dan memproses informasi yang dibutuhkan
Analisis Pekerjaan
Proses ini dilakukan untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan tertentu.Berbagai informasi tersebut akan menghasilkan uraian jabatan dan spesifikasi jabatan.
Perencanaan sumber daya manusia
Pengadaan tenaga Kerja
Pengadaan tenaga kerja adalah untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat.
Total Quality management (TQM) yaitu : adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus, melibatkan semua karyawan untuk mencapai kulaitas. Program TQM memilki dua sisi kualitas yaitu hard side of quality dan soft side of quality. Hard side of quality meliputi semua upaya perbaikan proses produksi mulai dari desain produk sampai dengan penggunaan alat- alat pengendalian. Sedangkan soft side of quality lebih terfokus pada upaya menciptakan

Ringkasan bab 7 (reza indra)

Perencanaan dan Operasionalisasi Usaha

1. Kaidah perencanaan usaha
Hasil analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan) bisa dijadikan pedoman untuk memulai merencanakan suatu usaha. Dengan perencanaan yang baik, kita tidak mudah tergoda beralih pada usaha yang kelihatannya lebih menggiurkan, tetapi sebenarnya kita belum mengetahui secar detail. Apabila suatu usaha telah dipersiapkan dengan matang, tentu segala hambatan dan ketidak pastian yang ada akan dapat dilalui . perencanaan yang baik akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dari usaha yang dikelolanya.
Perencanaan yang baik untuksebuah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah untuk berfikir dengan SMART:
a. Spesific : perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih fokus dan sangat fokus.
b. Measurable: perencanaan yang dibuat harus terukur , sehingga kita akan tau kapan perencanaan tersebut telah tercapai.
c. Achievable: perencanaan yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai, jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil.
d. Reasonable : perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan faktual dan realistis.
e. Trackable atau timely : perennncanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahui semua kemajuan.

2. Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung (Layout)
Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluasan.
Untuk memilih lokasi perlu dipertimbangkan sesuai keperluannya, yaitu antara lain :
a. Lokasi kantor, yaitu diperuntukan sebagai tempat pengendalian kegiatan operasional unit dibawahnya.
b. Lokasi pabrik, yaitu lokasi yang digunakan untuk memalakukan proses produksi barang atau jasa.
c. Lokasi gudang, yaitu tempat penyimpanan barang milik perusahaan baik barang yang masuk maupun barang keluar.
d. Lokasi cabang, yaitu lokasi kegiatan usaha perusahaan dalam melayani konsumennya langsung pada wilayah-wilayah tertentu.
Selain mempertimbangkan loaksi usaha, tak kalah pentingnya yaitu menentukan layout atau tata letak fasilitas yang dapat menentukan sejumlah efisiensi baik dalam produksi mapun operasi. Perusahaan harus menentukan tujuan yang hendak dicapai dan pertimbangan lainnya dalam penentuan layout, yaitu :
a. Perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik lokasi pabrik, gudang, kantor pusat maupun kantor cabang.
b. Mempertimbangkan urutan produksi dari proses bahan baku, setengah jadi, sampai barang jadi.
c. Perusahaan dapat menentukan kapasitas atau metode persediaan yang paling baikuntuk dijalankan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan.
d. Perusahaan dapat menentukan tata letak (layout) yang sesuai dengan mesin atau teknologi yang digunakan dan dapat menjamin tersediannya lahan untuk pengembangan.
e. Kemudahan dalam perawatan dan fleksibilitas.
f. Dapat menentukan kualitas dan keselamatan kerja yang dibutuhkan karyawan baik sekarang maupun mendatang.
g. Posisi sinar matahari, pendingin dan kebisingan suara.
h. Dan pertimbangan lainnya yang memberikan efisiensi.

3. Pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya manusia
Kesamaan tujuan dan hubungan kerja ini yang mengantarkan perlunya ada organisasi dan struktur organisasi yang menggambarkan hubungan kerja antara satu orang dengan orang lain sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan yang efisien.
Ada 3 aspek yang harus diperhatikan yaitu :
1. Struktur organisasi harus mendukung tercapainya keberhasilan organisasi atau operasionalisasi
2. Struktur organisasi harus memberikan kejelasan pada karyawan tentang apa yang diharapkan dari mereka
3. Struktur organisasi harus membantu dalam proses pengambilan keputusan dan memproses informasi yang dibutuhkan
Analisis Pekerjaan
Proses ini dilakukan untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan tertentu.Berbagai informasi tersebut akan menghasilkan uraian jabatan dan spesifikasi jabatan.
Perencanaan sumber daya manusia
Perencanaan ini dip[erlukan dalam mengelola usaha karena :
1. Untuk memenuhi kebutuhan karyawan baru akibat adanya pendirian usaha baru
2. Adanya karyawan yang keluar karena pensiun atau pembentukan pekerjaan
3. Pertimbangan- pertimbangan seperti relokasi, kerja sama usaha atau aliansi
Pengadaan tenaga Kerja
Pengadaan tenaga kerja adalah untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat.

Ringkasan bab 7 (wira jaya Dhammo)

Perencanaan dan Operasionalisasi Usaha

1. Kaidah perencanaan usaha
Hasil analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan) bisa dijadikan pedoman untuk memulai merencanakan suatu usaha. Dengan perencanaan yang baik, kita tidak mudah tergoda beralih pada usaha yang kelihatannya lebih menggiurkan, tetapi sebenarnya kita belum mengetahui secar detail. Apabila suatu usaha telah dipersiapkan dengan matang, tentu segala hambatan dan ketidak pastian yang ada akan dapat dilalui . perencanaan yang baik akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dari usaha yang dikelolanya.
Perencanaan yang baik untuksebuah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah untuk berfikir dengan SMART:
a. Spesific : perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih fokus dan sangat fokus.
b. Measurable: perencanaan yang dibuat harus terukur , sehingga kita akan tau kapan perencanaan tersebut telah tercapai.
c. Achievable: perencanaan yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai, jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil.
d. Reasonable : perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan faktual dan realistis.
e. Trackable atau timely : perennncanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahui semua kemajuan.

2. Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung (Layout)
Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluasan.
Untuk memilih lokasi perlu dipertimbangkan sesuai keperluannya, yaitu antara lain :
a. Lokasi kantor, yaitu diperuntukan sebagai tempat pengendalian kegiatan operasional unit dibawahnya.
b. Lokasi pabrik, yaitu lokasi yang digunakan untuk memalakukan proses produksi barang atau jasa.
c. Lokasi gudang, yaitu tempat penyimpanan barang milik perusahaan baik barang yang masuk maupun barang keluar.
d. Lokasi cabang, yaitu lokasi kegiatan usaha perusahaan dalam melayani konsumennya langsung pada wilayah-wilayah tertentu.
Selain mempertimbangkan loaksi usaha, tak kalah pentingnya yaitu menentukan layout atau tata letak fasilitas yang dapat menentukan sejumlah efisiensi baik dalam produksi mapun operasi. Perusahaan harus menentukan tujuan yang hendak dicapai dan pertimbangan lainnya dalam penentuan layout, yaitu :
a. Perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik lokasi pabrik, gudang, kantor pusat maupun kantor cabang.
b. Mempertimbangkan urutan produksi dari proses bahan baku, setengah jadi, sampai barang jadi.
c. Perusahaan dapat menentukan kapasitas atau metode persediaan yang paling baikuntuk dijalankan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan.
d. Perusahaan dapat menentukan tata letak (layout) yang sesuai dengan mesin atau teknologi yang digunakan dan dapat menjamin tersediannya lahan untuk pengembangan.
e. Kemudahan dalam perawatan dan fleksibilitas.
f. Dapat menentukan kualitas dan keselamatan kerja yang dibutuhkan karyawan baik sekarang maupun mendatang.
g. Posisi sinar matahari, pendingin dan kebisingan suara.
h. Dan pertimbangan lainnya yang memberikan efisiensi.

3. Pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya manusia
Kesamaan tujuan dan hubungan kerja ini yang mengantarkan perlunya ada organisasi dan struktur organisasi yang menggambarkan hubungan kerja antara satu orang dengan orang lain sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan yang efisien.
Ada 3 aspek yang harus diperhatikan yaitu :
1. Struktur organisasi harus mendukung tercapainya keberhasilan organisasi atau operasionalisasi
2. Struktur organisasi harus memberikan kejelasan pada karyawan tentang apa yang diharapkan dari mereka
3. Struktur organisasi harus membantu dalam proses pengambilan keputusan dan memproses informasi yang dibutuhkan
Analisis Pekerjaan
Proses ini dilakukan untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan tertentu.Berbagai informasi tersebut akan menghasilkan uraian jabatan dan spesifikasi jabatan.
Perencanaan sumber daya manusia
Perencanaan ini dip[erlukan dalam mengelola usaha karena :
1. Untuk memenuhi kebutuhan karyawan baru akibat adanya pendirian usaha baru
2. Adanya karyawan yang keluar karena pensiun atau pembentukan pekerjaan
3. Pertimbangan- pertimbangan seperti relokasi, kerja sama usaha atau aliansi
Pengadaan tenaga Kerja
Pengadaan tenaga kerja adalah untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat.Beberapa pertimbangan kriteria penilaian tenaga kerja :
1. Capability : Kemampuan nalar, kecerdasan, cara berpikir sistematis
2. Capasity : Kemampuan mengatasi masalah, menyelesaikan konflik, menghadapi beban kerja tinggi (stress), membuat prioritas
3. Character : watak, hal- hal meyagkut sikap, span santun, cara mengendalikan emosi.
4. Credibility : kredibilitas, sikap dapat dipercaya, bisa mengemban tugas yang telah diperintahkan dengan baik
5. Commitment : komitmen, kesungguhan menyelesaikan tugas, keinginan untuk memajukan perusahaan
6. Creaktivity : kreatif dalam menyelesaikan tugas sehingga lebih efektif dan efisien
7. Compatibility : kemempuan bekerja sama dengan orang lain
Total Quality management (TQM) yaitu : adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus, melibatkan semua karyawan untuk mencapai kulaitas. Program TQM memilki dua sisi kualitas yaitu hard side of quality dan soft side of quality. Hard side of quality meliputi semua upaya perbaikan proses produksi mulai dari desain produk sampai dengan penggunaan alat- alat pengendalian. Sedangkan soft side of quality lebih terfokus pada upaya menciptakan kesadaran karyawan akan pentingnya arti kepuasaan konsumen dan menumbuhkan komitmen karyawan untuk selalu memperbaiki kualitas.
Kepemimpianan wirausaha
Wirausaha harus memikul berbagai tugas, dan tanggung jawab, tetapi tidak ada yang lebih penting daripada peranan pemimpin. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi dan memberikan semangat kepada orang lain.
Perizinan dan pendirian badan usaha
Perijinan ini sangat penting dalam hubungan nya dengan keterkaitan kerja antar perusahaan, dokumen kontrak dan dengan sumber permodalan.Pendirian suatu perusahaan akan sangat tergantungn pada pemilihan jenis badan usahanya.

Ringkasan bab 7 (kelompok 5

Perencanaan dan Operasionalisasi Usaha

1. Kaidah perencanaan usaha
Hasil analisis SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang dan tantangan) bisa dijadikan pedoman untuk memulai merencanakan suatu usaha. Dengan perencanaan yang baik, kita tidak mudah tergoda beralih pada usaha yang kelihatannya lebih menggiurkan, tetapi sebenarnya kita belum mengetahui secar detail. Apabila suatu usaha telah dipersiapkan dengan matang, tentu segala hambatan dan ketidak pastian yang ada akan dapat dilalui . perencanaan yang baik akan mendorong rasa percaya diri yang tinggi dan rasa optimis untuk sukses dari usaha yang dikelolanya.
Perencanaan yang baik untuksebuah usaha baru perlu dirumuskan, dan untuk itu, cobalah untuk berfikir dengan SMART:
a. Spesific : perencanaan yang dibuat tidak akan bermakna ganda, sehingga pencapaian tujuan akan lebih terarah karena dalam perencanaan tersebut lebih fokus dan sangat fokus.
b. Measurable: perencanaan yang dibuat harus terukur , sehingga kita akan tau kapan perencanaan tersebut telah tercapai.
c. Achievable: perencanaan yang telah dibuat tersebut harus dapat dicapai, jangan terlalu jauh memikirkan hal-hal yang besar, kita harus memecahnya menjadi lebih kecil.
d. Reasonable : perencanaan yang baik perlu memenuhi persyaratan faktual dan realistis.
e. Trackable atau timely : perennncanaan yang telah dibuat dalam pencapaian tujuan usaha, harus dapat dilacak untuk mengetahui semua kemajuan.

2. Penentuan lokasi dan fasilitas pendukung (Layout)
Lokasi sangat menentukan keberhasilan suatu usaha, tanpa mempertimbangkan dengan baik dalam menentukan lokasi, maka akan berakibat pada sepinya pengunjung atau tidak dapatnya perusahaan melakukan perluasan.
Untuk memilih lokasi perlu dipertimbangkan sesuai keperluannya, yaitu antara lain :
a. Lokasi kantor, yaitu diperuntukan sebagai tempat pengendalian kegiatan operasional unit dibawahnya.
b. Lokasi pabrik, yaitu lokasi yang digunakan untuk memalakukan proses produksi barang atau jasa.
c. Lokasi gudang, yaitu tempat penyimpanan barang milik perusahaan baik barang yang masuk maupun barang keluar.
d. Lokasi cabang, yaitu lokasi kegiatan usaha perusahaan dalam melayani konsumennya langsung pada wilayah-wilayah tertentu.
Selain mempertimbangkan loaksi usaha, tak kalah pentingnya yaitu menentukan layout atau tata letak fasilitas yang dapat menentukan sejumlah efisiensi baik dalam produksi mapun operasi. Perusahaan harus menentukan tujuan yang hendak dicapai dan pertimbangan lainnya dalam penentuan layout, yaitu :
a. Perusahaan dapat menentukan lokasi yang tepat, baik lokasi pabrik, gudang, kantor pusat maupun kantor cabang.
b. Mempertimbangkan urutan produksi dari proses bahan baku, setengah jadi, sampai barang jadi.
c. Perusahaan dapat menentukan kapasitas atau metode persediaan yang paling baikuntuk dijalankan sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan.
d. Perusahaan dapat menentukan tata letak (layout) yang sesuai dengan mesin atau teknologi yang digunakan dan dapat menjamin tersediannya lahan untuk pengembangan.
e. Kemudahan dalam perawatan dan fleksibilitas.
f. Dapat menentukan kualitas dan keselamatan kerja yang dibutuhkan karyawan baik sekarang maupun mendatang.
g. Posisi sinar matahari, pendingin dan kebisingan suara.
h. Dan pertimbangan lainnya yang memberikan efisiensi.

3. Pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya manusia
Kesamaan tujuan dan hubungan kerja ini yang mengantarkan perlunya ada organisasi dan struktur organisasi yang menggambarkan hubungan kerja antara satu orang dengan orang lain sehingga dapat mencapai tujuan perusahaan yang efisien.
Ada 3 aspek yang harus diperhatikan yaitu :
1. Struktur organisasi harus mendukung tercapainya keberhasilan organisasi atau operasionalisasi
2. Struktur organisasi harus memberikan kejelasan pada karyawan tentang apa yang diharapkan dari mereka
3. Struktur organisasi harus membantu dalam proses pengambilan keputusan dan memproses informasi yang dibutuhkan
Analisis Pekerjaan
Proses ini dilakukan untuk mempelajari dan mengumpulkan berbagai informasi yang berhubungan dengan suatu jabatan tertentu.Berbagai informasi tersebut akan menghasilkan uraian jabatan dan spesifikasi jabatan.
Perencanaan sumber daya manusia
Perencanaan ini dip[erlukan dalam mengelola usaha karena :
1. Untuk memenuhi kebutuhan karyawan baru akibat adanya pendirian usaha baru
2. Adanya karyawan yang keluar karena pensiun atau pembentukan pekerjaan
3. Pertimbangan- pertimbangan seperti relokasi, kerja sama usaha atau aliansi
Pengadaan tenaga Kerja
Pengadaan tenaga kerja adalah untuk memperoleh jumlah dan jenis tenaga kerja yang tepat.Beberapa pertimbangan kriteria penilaian tenaga kerja :
1. Capability : Kemampuan nalar, kecerdasan, cara berpikir sistematis
2. Capasity : Kemampuan mengatasi masalah, menyelesaikan konflik, menghadapi beban kerja tinggi (stress), membuat prioritas
3. Character : watak, hal- hal meyagkut sikap, span santun, cara mengendalikan emosi.
4. Credibility : kredibilitas, sikap dapat dipercaya, bisa mengemban tugas yang telah diperintahkan dengan baik
5. Commitment : komitmen, kesungguhan menyelesaikan tugas, keinginan untuk memajukan perusahaan
6. Creaktivity : kreatif dalam menyelesaikan tugas sehingga lebih efektif dan efisien
7. Compatibility : kemempuan bekerja sama dengan orang lain
Total Quality management (TQM) yaitu : adanya kemauan untuk melakukan perbaikan secara terus menerus, melibatkan semua karyawan untuk mencapai kulaitas. Program TQM memilki dua sisi kualitas yaitu hard side of quality dan soft side of quality. Hard side of quality meliputi semua upaya perbaikan proses produksi mulai dari desain produk sampai dengan penggunaan alat- alat pengendalian. Sedangkan soft side of quality lebih terfokus pada upaya menciptakan kesadaran karyawan akan pentingnya arti kepuasaan konsumen dan menumbuhkan komitmen karyawan untuk selalu memperbaiki kualitas.
Kepemimpianan wirausaha
Wirausaha harus memikul berbagai tugas, dan tanggung jawab, tetapi tidak ada yang lebih penting daripada peranan pemimpin. Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi dan memberikan semangat kepada orang lain.
Perizinan dan pendirian badan usaha
Perijinan ini sangat penting dalam hubungan nya dengan keterkaitan kerja antar perusahaan, dokumen kontrak dan dengan sumber permodalan.Pendirian suatu perusahaan akan sangat tergantungn pada pemilihan jenis badan usahanya.